• Desa Adat Guliang Kangin
  • 08123666676
  • guliangkangin.desa@gmail.com

Kompas Dewata TV dan MNC TV Liput Aktivitas Desa Wisata Guliang Kangin

04 Agustus 2015 Administrator Berita Desa Dibaca 400 Kali

Saat ini perkembangan industri pariwisata mulai bergeser, terdapatnya perubahan orientasi pasar yang mengarah kepada pola wisata yang menekankan kepada aspek penghayatan dan penghargaan pada aspek kelestarian alam, lingkungan dan budaya (enviromentally and cultural sensitives). Dimasa datang pariwisata perlu dilandasi dengan visi kelestarian dan pemberdayaan, yang arahnya kepada kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan serta penghargaan pada nilai-nilai sosiokultural kemasyarakatan.

Untuk mendukung model  pariwisata ini, masyarakat didorong untuk memanfaatkan potensi-potensi desa yang selama ini terpendam atau belum terkenali. Melalui program pengembangan ekonomi perdesaan yang merupakan salah satu spirit yang terkandung dalam Undang – Undang Desa, masyarakat desa diharapkan mampu  mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri.

Hal ini disadari penuh oleh  Desa Wisata Guliang Kangin, Desa Tamanbali, Bangli. Seluruh warga berupaya maksimal untuk mengenali potensi yang dimiliki untuk dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan demi kesejahteraan masyarakat desanya. Memiliki daerah yang masih alami, sejuk dan hijau, di tengah masyarakat agraris, serta terdapat banyak peninggalan sejarah berupa tempat suci, membuat desa wisata ini menawarkan atraksi  pengolahan lahan secara tradisional, dari membajak sawah dengan sapi, sampai pada belajar memasak.

Dalam perjalannya, ternyata banyak wisatawan yang berminat terhadap daya tarik yang ditawarkan. Hampir setiap hari ada saja wisatawan asing yang berkunjung ke desa wisata ini. Ada yang hanya sekedar makan dengan pemandangan sawahnya, dan juga ada yang menjadi partisipan dalam atraksi metekap ataupun memula.

Salah satu kunjungan wisatawan grup dari Amerika, yang dipimpin Prof. Yale, menyempatkan diri berada satu hari di desa wisata ini. Dimulai dengan mendatangi SDN 2 Tamanbali untuk berinteraksi dengan siswa-siswi di sekolah ini, yang rata-rata sudah mampu berbahasa inggris. Setelah itu mereka datang ke sebuah rumah Bali, untuk melihat aktivitas keseharian penduduk disini. Mulai dari menganyam tikar, membuat canang, membuat gebogan, menebuk padi, membajak sawah sampai pada belajar memasak ala Bali.

Desa Wisata Guliang Kangin saat ini sedang mengembangkan rumah – rumah penduduk sebagai penginapan, seandainya ada wisatawan yang datang berkunjug dan ingin menikmati suasana malam di desa ini. Rumah yang disiapkan adalah rumah penduduk biasa yang disesuaikan interiornya dengan kebutuhan masing – masing wisatawan.

Di sisi lain, Desa Wisata Guliang Kangin juga sedang mengembangkan salah satu potensi yang dimiliki yaitu Pancoran Solas. Mata air dengan 11 buah pancoran ini, dulu dikenal sebagai tempat malukat (pembersihan spiritual) dan banyak yang meyakini dapat membantu proses penyembuhan. Kejernihan dan kebeningan airnya terasa merasuk ke seluruh tubuh yang mampu memberikan suasana kesegaran seketika itu juga.

Disamping mata air ini, terdapat kawana kera yang sering mengganggu tanaman penduduk. Masalah ini akan segera diatasi dengan menanam tanaman tropikal yang bisa dimakan kera, serta berharap wisatawan yang melukat ke tempat ini bisa memberikan kera-kera tersebut makanan, sehingga tidak lagi mengganggu tegalan penduduk yang ada di atasnya.

Desa Wisata ini juga memiliki dua buah pura yang terkait dengan Sejarah Bali, yaitu Pura Dalem Tengaling, terkait dengan Satria Tamanbali dan trah kerajaan Tamanbali, Bangli dan Nyalian. Dan satunya lagi Pura Penataran Agung Dalem Bimade terkait dengan pemberontakan Kyai Agung Maruti di Puri Gelgel, yang menyebabkan Raja Dalem Dimade mengungsi ke Desa Guliang Kangin. Dan dari sinilah beliau menyusun strategi pengembalian kekuasaanya.

Masyarakat disini berharap agar desa wisata ini dapat berjalan sehingga mampu memberi multiflier effect terhadap perkembangan perekonomian masyarakat di desa ini.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)
Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)
CAPTCHA Image
Isikan kode di gambar