Selamat Datang di Website Resmi Desa Adat Guliang Kangin, Kecamatan  Bangli, Kabupaten Bangli. Media komunikasi dan transparansi Prajuru Desa Adat dengan seluruh masyarakat. Website ini dibangun menggunakan platform OpenSID Rabu (28/3/2018), Desa Wisata Guliang Kangin menjadi salah satu desa wisata andalan di Bali yang dikunjungi langsung Menteri Pariwisata RI Arief Yahya beserta delegasi United Nation World Tourism Organisation (UNWTO) 

Artikel

Upacara, Etika dan Filosofi Tumpek Wariga

07 Desember 2017 00:00:00  admin   199 Kali Dibaca  Tradisi dan Budaya

Avir vai nama devata,
rtena-aste parivrta,
tasya rupena-ime vrksah,
harita haritasrajah.
(Atharvaveda X.8.31).

Artinya: Warna hijau pada daun tumbuh-tumbuhan karena mengandung klorofil di dalamnya. Zat khlorofil itu menyelamatkan hidup. Hal itu ditetapkan oleh Rta yang ada dalam tumbuh-tumbuhan. Karena adanya zat itu tumbuh-tumbuhan menjadi amat berguna sebagai bahan makanan dan obat-obatan.

Hari ini, Sabtu Kliwon Wuku Wariga(04/08) merupakan hari Tumpek Wariga/Tumpek Pengatag/Tumpek Bubuh yang selalu dirayakan selama peradaban Umat Hindu di Bali. Ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa atas anugerah berupa berbagai tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan berbagai jenis makanan baik untuk manusia maupun makhluk lainnya.

Dipandang dari aspek upacara, hari raya yang diperingati umat Hindu setiap 210 hari sekali ini sebagai bentuk pemujaan pada Sanghyang Sangkara sebagai dewa yang berstana atau memberikan kehidupan pada seluruh tanaman/tumbuh-tumbuhan.

Dari Sisi Etika, umat Hindu pada hari ini tidak diperbolehkan menebang pohon. Umat pun pada Tumpek Wariga tidak mau memetik buah, bunga, dan daun. Justru mereka diharapkan menanam pohon. Artinya, secara etika, umat Hindu ingin menyerasikan dirinya dengan alam, baik melalui upacara maupun tindakan nyata.

Makna filosofis Tumpek Wariga sebagai bentuk pemujaan kepada Sangyang Sangkara yang merupakan manifestasi dari Tuhan sesungguhnya bermakna bagaimana memelihara alam melalui tumbuh-tumbuhan sehingga kebutuhan oksigen dari seluruh makhluk hidup bisa terpenuhi.

Tumbuh-tumbuhan yang dinikmati oleh umat manusia memiliki arti yang sangat penting bagi kelangsungan hidup. Karena itu, harus ada timbal balik yang harus diberikan terhadap tumbuh-tumbuhan itu. Bentuknya, bisa saja dalam wujud upacara atau ritual sebagaimana yang dilakukan pada saat hari Tumpek Bubuh/Tumpek Wariga/Tumpek Pengatag ini. (sumber : paduarsana dot com).

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Layanan Mandiri

    Silakan datang atau hubungi operator desa adat untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Covid-19

Sinergi Program

Prodeskel Pajak Online

Facebook

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:15
    Kemarin:401
    Total Pengunjung:97.429
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:18.234.247.75
    Browser:Tidak ditemukan

Arsip Artikel

17 April 2015 | 23.499 Kali
Program Kerja
17 April 2015 | 23.433 Kali
Visi dan Misi
01 April 2015 | 23.383 Kali
Selamat Datang di Website Resmi Desa Adat Guliang Kangin
20 April 2015 | 23.378 Kali
Lambang Desa
01 Januari 2017 | 23.377 Kali
APBDesAdat Tahun 2017
01 Januari 2018 | 23.366 Kali
APBDesAdat Tahun 2018
01 Januari 2016 | 23.360 Kali
APBDesAdat Tahun 2015