Selamat Datang di Website Resmi Desa Adat Guliang Kangin, Kecamatan  Bangli, Kabupaten Bangli. Media komunikasi dan transparansi Prajuru Desa Adat dengan seluruh masyarakat. Website ini dibangun menggunakan platform OpenSID Rabu (28/3/2018), Desa Wisata Guliang Kangin menjadi salah satu desa wisata andalan di Bali yang dikunjungi langsung Menteri Pariwisata RI Arief Yahya beserta delegasi United Nation World Tourism Organisation (UNWTO) 

Artikel

Daksina: Makna, Filosofi dan Cara Membuatnya

26 Desember 2015 00:00:00  admin   524 Kali Dibaca  Tradisi dan Budaya

Kita tentu tidak asing dengan daksina, setiap upacara besar misalnya Odalan kita selalu melihat adanya daksina bersama rangkaian banten lainnya. Apa itu daksina? Daksina merupakan tapakan Hyang Widhi dalam berbagai manifestasi-Nya dan merupakan perwujudan-Nya. Dalam lontar Yadnya Prakerthi Daksina disebut sebagai perlambang Hyang Guru / Hyang Tunggal dimana kedua nama tersebut adalah nama lain dari Dewa Siwa manifestasi Hyang Widhi.

Daksina, terdiri dari bahan pokok sebagai berikut:

1. Pesel-peselan.
2. Gegantusan.
3. Sebutir telur.
4. Satu tampelan.
5. Satu kojong lagi diisi irisan pisang mas dan tebu.
6. Benang tukelan putih di atas kelapa.

Berdasarkan kegunaannya, Daksina terdiri dari:

Daksina Alit
Isinya adalah satu porsi dari masing- masing unsur, banyak sekali dipergunakan, baik sebagai pelengkap banten yang lain, maupun berdiri sendiri sebagai banten tunggal.
Daksina Pekala-kalaan
Isi daksina dilipatkan dua kali dengan ditambah dua tingkih dan dua pangi. Digunakan pada waktu ada perkawinan dan untuk upacara bayi / membuat peminyak-penyepihan.
Daksina Krepa
Daksina yang isinya dilipatkan tiga kali. Kegunaannya lebih jarang, kecuali ada penebusan oton / menurut petunjuk rohaniwan atau sesuai petunjuk lontar khusus misalnya guna penebusan oton atau mebaya oton.
Daksina Gede, Daksina Galakan atau Pemopog
Isinya dilipatkan 5 (lima) kali, juga dilengkapi dengan tetandingan-tetandingan yang lain yaitu:
Dasar tempat daksina sebuah sok yang berisi srobong dan pada dasarnya diberi tetampak taledan bundar. Masukkan :

5 x coblong beras
5 butir kelapa yang di atasnya berisi benang putih tukelan kecil
5 kojong tampelan letakkan berkeliling
5 kojong pesel-peselan
5 kojong gegantusan
5 kojong tebu
5 kojong pisang
1 cepér berisi 5 buah pangi
5 buah kemiri (tingkih)
1 cepér berisi 5 butir telur bébék
Sampiyannya : basé ambungan (kekojong dari janur berisi basé lembaran dan sampiyan sreyok)
Cara membuat Daksina: Ingin belajar membuat daksina? Video dibawah ini akan menjelaskan bagaimana cara membuat Daksina.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Layanan Mandiri

    Silakan datang atau hubungi operator desa adat untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Covid-19

Sinergi Program

Prodeskel Pajak Online

Facebook

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:62
    Kemarin:401
    Total Pengunjung:97.476
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:18.234.247.75
    Browser:Tidak ditemukan

Arsip Artikel

17 April 2015 | 23.535 Kali
Program Kerja
17 April 2015 | 23.469 Kali
Visi dan Misi
01 April 2015 | 23.419 Kali
Selamat Datang di Website Resmi Desa Adat Guliang Kangin
20 April 2015 | 23.414 Kali
Lambang Desa
01 Januari 2017 | 23.413 Kali
APBDesAdat Tahun 2017
01 Januari 2018 | 23.402 Kali
APBDesAdat Tahun 2018
01 Januari 2016 | 23.396 Kali
APBDesAdat Tahun 2015